Melihat tayangan di televisi tentang Kota Solo, emak teringat vlog Nex Carlos dan Ria Sw edisi Kota Solo. Mereka mereview kuliner andalan Kota Solo yang membuat emak kepengen icip-icip kuliner Solo. Kota Solo atau dengan sebutan lain Kota Surakarta ini adalah kota kelahiran Pak Jokowi, bapak presiden Republik Indonesia.
Sudah lama emak ingin mengunjungi Kota Solo, apalagi setiap melihat kuliner Solo yang selalu berseliweran di instagram bikin emak menelan ludah. Untungnya emak lagi ga ngidam, coba kalau sedang ngidam bisa ngeces deh bayi emak. Pernah sih ke Solo tapi hanya transit saja di stasiun Balapan - Solo. Ketika dari Semarang menuju Jogja emak naik kereta api Kalijaga sampai Solo dan lanjut kereta api Pramex menuju Jogja, jadinya nggak bisa keliling Solo kan.
Alhamdulillah, kali ini emak kesampaian juga nih explore beberapa wisata kuliner yang sudah familiar di Solo. Yuk kepoin kuliner apa saja yang emak icip-icip di Kota Solo ini ;
1. Es Dawet Telasih Bu Dermi
![]() |
| Pasar Gede Hardjonagoro |
Es Dawet ini berada di dalam Pasar Gede Hardjonagoro. Dan sudah melegenda, konon sudah ada sejak tahun 1930. Sekarang diteruskan oleh generasi ketiga dia adalah Rut Tulus Subekti, yang biasa disapa Bu Utit.
![]() |
| Es Dawet Telasih Bu Dermi |
Dengan merogoh kocek Rp 10.000,- emak sudah bisa mencicipi es dawet legendaris ini. Satu mangkuk es dawet berisikan cendol/dawet, telasih (biji bunga kemangi), ketan hitam, tape, bubur sumsum, santan dan ditambahkan es batu. Buka mulai jam 08.00 sampai jam 15.00wib. Tempatnya ramai sekali, tadi emak juga ikutan antri. Dan jangan harap bisa duduk manis karena warungnya sempit dan uyel-uyelan jadi minum es dawetnya sambil berdiri. Ohhh ya Pak Jokowi juga sering minum es dawet telasih Bu Dermi ini lohhh ketika beliau masih menjabat sebagai Walikota Solo.
2. Sate Kambing Pak Manto
Sate Kambing Pak Manto terletak di Jl. Honggowongso No. 36, Sriwedari - Laweyan - Kota Surakarta. Buka mulai jam 06.30 hingga jam 19.00wib.
Warung sate ini sudah berdiri sejak tahun 1990. Selain Sate Kambing banyak menu yang menggoda selera seperti Tengkleng Rica, Tongseng, Gulai Kambing dan Sate Buntel. Disini emak memilih menu Tongseng dan Sate Buntel.
![]() |
| Warung Sate Kambing "Pak Manto" |
Tempatnya lumayan nyaman tetapi agak panas karena banyak pengunjung yang datang. Makanannya juga termasuk lama, apalagi Sate Buntel nya mungkin karena proses pembuatannya jadi emak harus nunggu lama.
![]() |
| Tongseng Kambing "Pak Manto" |
![]() |
| Sate Buntel "Pak Manto" |
Harga untuk Sate Buntel Rp 45.000,- /porsi, Tongseng Rp 40.000,-/porsi dan Tengkleng Rica Rp 50.000,-/porsi.
Semua dalam porsi yang sangat besar, sehingga emak bisa makan bersama anak dan suami. Emak baru pertama kali makan Sate Buntel ya di sini, rasanya uenak polll dan enggak berbau prengus. Pokoknya soal rasa enggak ada obatnya.
![]() |
| Ricis Bu Sartini |
Rica legendaris Bu Sartini atau orang biasa menyebutnya Rica ISI sudah ada sejak 25tahun lalu. Rica ISI Bu Sartini menyajikan kuliner pedas dengan rasa yang luar biasa. Selain menu rica ayam, ada juga menu sayuran dan gorengan yang disuguhkan dengan harga murah meriah. Untuk satu porsi nasi dengan rica ayam dibandrol harga Rp 8.000,-
![]() |
| Nasi Ayam Ricis |
![]() |
| Aneka Lauk Ricis |
Buka setiap hari Senin sampai hari Sabtu mulai jam 08.00wib hingga habis. Lokasinya berada di sebelah barat Kampus Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI). Lebih tepatnya di Kentingan Barat RT 3 RW 10, Jebres - Surakarta. Tempat Ricis Bu Sartini ini berada di rumah biasa bukan warung seperti keumuman. Ricis ini sudah populer dikalangan mahasiswa ISI dan UNS, dua kampus yang memang bersebelahan. Semakin hari banyak orang yang bertandang ke sana untuk menikmati Ricis Bu Sartini. Kalau emak tau Ricis ini setelah emak nonton YouTube Nex Carlos (food youtuber).
![]() |
| Rica Ayam Ricis |
Sesuai dengan namanya rica yang identik dengan rasa pedas maka Ricis ini terkenal dengan cita rasa pedas, bumbunya juga merasuk terasa sekali rempahnya. Dengan kuah yang bergelimang cabai dan aroma yang menusuk membuat emak kepingin nambah lagi.
4. Nasi Liwet Mbak Yanti
Untuk kuliner malam emak icip-icip Nasi Liwet Mbak Yanti yang berada disebelah utara jl. Slamet Riyadi Solo persisnya lebih kurang 100meter sebelah timur pintu keluar stasiun Purwosari. Meskipun Nasi Liwet Mbak Yanti ini berada di trotoar dan hanya memakai tenda (lesehan) tapi warung ini ramai sekali dengan pengunjung. Buka sore hari hingga jam 02.00 dini hari.
![]() |
| Nasi Liwet Mbak Yanti |
Nasi liwet adalah nasi yang dimasak dengan santan kelapa maka nasinya terasa gurih dan disajikan dengan daun pisang yang di pincuk. Harga seporsi nasi liwet lengkap dengan lauknya di banderol Rp. 20.000,-. Nasi liwet dengan isian lauk sayur labu siam, suwiran daging ayam, telur dan areh (bubur dari kelapa) menjadi solusi ketika lapar melanda di malam hari.
5. Gudeg Relasi
Kuliner malam emak berikutnya icip-icip Gudeg Relasi, yang mulai berjualan pada tahun 1992 di depan Toko Relasi Jaya di jl. Makamhaji, Kartasura - Kabupaten Sukoharjo. Buka setelah toko tutup pada pukul 21.00 sampai 00.00wib. Ketika tiba di sana, emak di haruskan mengambil no antrian yang di sediakan dan menunggu sang penjual memanggil no yang emak punya.
![]() |
| Gudeg Relasi Ayam Rendang |
![]() |
| Gudeg Relasi Ayam Kecap |
Rasa gudeg ini lebih gurih berbeda dengan gudeg lainnya yang lebih manis. Nasi lengkap dengan lauk berupa gudeg nangka, daun singkong dan suwiran ayam di guyur dengan kuah sambal krecek dan kuah opor ini di banderol Rp 7.000,- saja. Disini juga tersedia toping yang menambah selera seperti ayam kecap , ayam rendang, telur dadar dan masih banyak lagi sebagai lauk pendamping. Gudeg Relasi ini cocok sekali dengan selera emak, pokoknya ga ada obatnya deh.
Jadi itu beberapa kuliner yang emak icip-icip di Kota Solo. Pokoknya soal rasa ga ada obatnya, yang menurut emak recommend. Nah kalian yang berkunjung ke Kota Solo, wajib di coba ya 😉.
- Leha Barqa -






























































