Klinik Utama Rawat Inap Talenta Center Hadir untuk Mendukung Kesehatan Jiwa dan Tumbuh Kembang Anak

Klinik Utama Rawat Inap Talenta Center Hadir untuk Mendukung Kesehatan Jiwa dan Tumbuh Kembang Anak
Gedung Klinik Utama Rawat Inap Talenta Center 

Perhatian terhadap kesehatan mental anak dan remaja terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Semakin banyak orang tua yang mulai menyadari pentingnya penanganan sejak dini ketika anak mengalami hambatan perkembangan, kesulitan belajar, perubahan perilaku, maupun masalah kesehatan mental lainnya.

Namun dalam praktiknya, mendapatkan layanan yang sesuai tidak selalu mudah. Banyak keluarga yang harus menjalani proses panjang, mulai dari konsultasi, asesmen, hingga terapi di tempat yang berbeda. Padahal, setiap anak membutuhkan penanganan yang menyeluruh dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhannya.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Yayasan Bina Talenta Tunas Bangsa Karya Mandiri (YBTTBKM) meresmikan Klinik Utama Rawat Inap Talenta Center pada Sabtu (20/6) di Bekasi. Klinik ini hadir sebagai pusat layanan kesehatan jiwa dan tumbuh kembang yang menyediakan berbagai layanan dalam satu tempat, sehingga pasien dan keluarga dapat memperoleh pendampingan yang lebih terarah.

Acara peresmian turut dihadiri oleh Rini Lestari, S.E., M.H., Sekretaris Camat Mustikajaya, Dudung Abdul Wahid, S.Sos., Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Alimudin, S.Pd.I., M.Si., Anggota DPRD Kota Bekasi, jajaran pimpinan yayasan, tenaga kesehatan, serta berbagai mitra yang selama ini mendukung pengembangan Talenta Center.

Ketua Yayasan Bina Talenta Tunas Bangsa Karya Mandiri, drg. Yaya Aria Santosa, MARS, PhD, mengatakan bahwa kehadiran Klinik Utama Rawat Inap Talenta Center merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk menghadirkan layanan kesehatan jiwa yang lebih mudah diakses oleh masyarakat.

“Peresmian klinik ini adalah wujud komitmen kami menghadirkan layanan kesehatan jiwa anak dan remaja yang manusiawi, terpadu, dan berbasis bukti. Kami ingin setiap anak mendapatkan penanganan yang tidak hanya menyembuhkan, tetapi juga menumbuhkan potensinya,” ujarnya.

Klinik Utama Rawat Inap Talenta Center Hadir untuk Mendukung Kesehatan Jiwa dan Tumbuh Kembang Anak
drg. Yaya Aria Santosa, MARS, PhD 

Klinik Utama Rawat Inap Talenta Center melayani berbagai kelompok usia, mulai dari anak, remaja, hingga dewasa. Selain layanan rawat jalan dan rawat inap, tersedia pula layanan tumbuh kembang, psikologi, psikiatri, serta berbagai terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

Klinik Utama Rawat Inap Talenta Center Hadir untuk Mendukung Kesehatan Jiwa dan Tumbuh Kembang Anak
Fasilitas Klinik

Menempati gedung lima lantai, klinik ini didukung oleh tim multidisiplin yang terdiri dari psikiater, psikolog, terapis, dan tenaga kesehatan lainnya. Pendekatan tersebut memungkinkan setiap pasien mendapatkan asesmen dan pendampingan yang lebih menyeluruh.

Selain layanan klinis, Talenta Center juga menghadirkan berbagai teknologi pendukung untuk proses pemeriksaan dan terapi. Beberapa layanan yang tersedia antara lain qEEG atau brain mapping, neurofeedback, repetitive Transcranial Magnetic Stimulation (rTMS), Transcranial Direct Current Stimulation (tDCS), Test of Variables of Attention (TOVA), serta polisomnografi (PSG).

Klinik Utama Rawat Inap Talenta Center Hadir untuk Mendukung Kesehatan Jiwa dan Tumbuh Kembang Anak
Fasilitas Pemeriksaan

Direktur Klinik Utama Rawat Inap Talenta Center, Dr. dr. Suzy Yusna Dewi, Sp.KJ(K), MARS, menjelaskan bahwa setiap pasien akan mendapatkan layanan berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan oleh tim profesional dari berbagai bidang.

“Pendekatan kami memadukan asesmen psikiatrik, intervensi psikologis, terapi, dan teknologi neuromodulasi dalam satu rencana layanan yang terukur. Tujuannya adalah penanganan yang presisi, aman, dan sesuai kebutuhan perkembangan setiap pasien,” jelasnya.

Klinik Utama Rawat Inap Talenta Center Hadir untuk Mendukung Kesehatan Jiwa dan Tumbuh Kembang Anak
Dr. dr. Suzy Yusna Dewi, Sp.KJ(K), MARS

Klinik Utama Rawat Inap Talenta Center juga menjadi bagian dari ekosistem layanan yang dikembangkan YBTTBKM. Selain layanan kesehatan, yayasan ini juga mengelola Islamic Green School Talenta Center, Talenta Center Daycare, Akademi Talenta Center, BLK Inklusif Talenta Center, Boarding Talenta Center, hingga Talenta Center Bogor.

Melalui keterhubungan berbagai layanan tersebut, anak dan keluarga dapat memperoleh pendampingan yang lebih berkelanjutan. Mulai dari proses deteksi dini, asesmen, terapi, hingga dukungan dalam pendidikan dan pengembangan diri dapat dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing.

Klinik Utama Rawat Inap Talenta Center Hadir untuk Mendukung Kesehatan Jiwa dan Tumbuh Kembang Anak
Foto bersama usai peresmian Klinik Utama Rawat Inap Talenta Center

Kehadiran Klinik Utama Rawat Inap Talenta Center diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan jiwa dan tumbuh kembang dalam satu sistem yang saling terhubung. Dengan dukungan tenaga profesional dan berbagai layanan yang tersedia, Talenta Center ingin membantu lebih banyak anak, remaja, dan keluarga mendapatkan pendampingan yang tepat sesuai kebutuhan mereka.

- mariberleha -

BesTeam, Ketika Kepedulian Tidak Berhenti pada Bantuan

BesTeam, Ketika Kepedulian Tidak Berhenti pada Bantuan
Peluncuran Program BesTeam (Bestian Sama Yatim) Dompet Dhuafa

Muharram selalu menghadirkan ruang untuk kembali mengingat mereka yang membutuhkan perhatian lebih. Di tengah berbagai aktivitas dan rutinitas yang berjalan seperti biasa, ada anak-anak yang tumbuh dengan cerita yang berbeda. Mereka belajar menghadapi kehilangan sejak usia dini, beradaptasi dengan berbagai keterbatasan, sekaligus menyimpan harapan yang sama seperti anak-anak lainnya : harapan untuk terus belajar, meraih cita-cita, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

BesTeam, Ketika Kepedulian Tidak Berhenti pada Bantuan
Aiman Ricky memandu peluncuran Program BesTeam

Gambaran itu terasa dalam peluncuran Program BesTeam (Bestian Sama Yatim) yang digelar Dompet Dhuafa di ANTARA Heritage Centre, Jakarta, Kamis (18/6). Acara yang dipandu oleh Aiman Ricky tersebut diawali dengan pembacaan doa dan sambutan pembuka. Setelah itu, anak-anak yatim penerima manfaat Dompet Dhuafa tampil membacakan puisi dan menyanyikan lagu yang menggambarkan harapan, cita-cita, serta masa depan yang ingin mereka raih.

BesTeam, Ketika Kepedulian Tidak Berhenti pada Bantuan
Anak yatim penerima manfaat Dompet Dhuafa membacakan puisi dalam peluncuran BesTeam

Penampilan tersebut menjadi pembuka yang mengingatkan bahwa setiap anak memiliki mimpi yang layak diperjuangkan, termasuk mereka yang harus tumbuh tanpa kehadiran sosok ayah. Melalui puisi dan lagu yang mereka bawakan, tersirat harapan untuk terus belajar, meraih cita-cita, dan membangun masa depan yang lebih baik. Momen itu sekaligus menjadi pengantar yang selaras dengan semangat BesTeam, yakni menghadirkan dukungan dan pendampingan agar anak-anak yatim memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan mewujudkan potensinya.

Peluncuran BesTeam menjadi bagian dari upaya Dompet Dhuafa untuk memperluas dukungan bagi anak-anak yatim di Indonesia. Program ini hadir dengan semangat mengajak masyarakat untuk tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan tumbuh mereka melalui pendampingan yang berkelanjutan.

BesTeam sendiri lahir dari dua makna yang saling melengkapi. "Bestian" menggambarkan sosok sahabat yang hadir dan menemani, sementara "BesTeam" mencerminkan kolaborasi banyak pihak yang bergerak bersama untuk mendukung anak yatim. Melalui konsep tersebut, Dompet Dhuafa ingin mengajak masyarakat menjadi bagian dari ekosistem kepedulian yang lebih luas.

BesTeam, Ketika Kepedulian Tidak Berhenti pada Bantuan
Ekosistem Program BesTeam (Bestian Sama Yatim)

Semangat tersebut berangkat dari kenyataan bahwa masih banyak anak yatim yang menghadapi tantangan dalam mengakses pendidikan, layanan kesehatan, hingga ruang untuk mengembangkan potensi diri. Karena itu, pendampingan yang berkelanjutan menjadi penting agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik.

BesTeam, Ketika Kepedulian Tidak Berhenti pada Bantuan
Bagan Program Bestian Sama Yatim (BesTeam)

Program ini dibangun melalui empat nilai utama, yaitu Best Heart, Best Mind, Best Future, dan Best Impact. Nilai-nilai tersebut kemudian diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan seperti Beasiswa Yatim, Kesehatan Anak Yatim, Yatim Berdaya, Gemilang Anak Indonesia Timur, hingga Bright Generation.

Upaya tersebut bukan hal baru bagi Dompet Dhuafa. Hingga saat ini, berbagai program pemberdayaan yang dijalankan telah menjangkau lebih dari 23.842 anak yatim di berbagai wilayah Indonesia. Sementara itu, 1.239 anak telah menerima dukungan beasiswa pendidikan untuk membantu mereka melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensinya.

Bagi Dompet Dhuafa, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang tersalurkan. Yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak yatim mendapatkan kesempatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungannya.

BesTeam, Ketika Kepedulian Tidak Berhenti pada Bantuan
Rahmad Gustav Kurniawan Lubis berbagi kisah sebagai alumni YES Dompet Dhuafa

Pesan tersebut semakin terasa ketika Rahmad Gustav Kurniawan Lubis, alumni penerima manfaat Youth Ekselensia Scholarship (YES) Dompet Dhuafa, membagikan kisah perjalanannya. Ia menceritakan bagaimana dukungan pendidikan dan pendampingan yang diterimanya membantu membuka peluang yang sebelumnya terasa sulit dijangkau.

Kisah Rahmad menjadi bukti bahwa kesempatan dapat mengubah banyak hal. Ketika seorang anak mendapatkan akses pendidikan, lingkungan yang mendukung, dan orang-orang yang percaya pada potensinya, maka berbagai kemungkinan baik dapat terbuka di hadapannya.

BesTeam, Ketika Kepedulian Tidak Berhenti pada Bantuan
Sesi talkshow bersama Aiman Ricky, Teuku Wisnu, Herdiansyah, dan Elisabeth Driemirda

Dalam kesempatan yang sama, aktor sekaligus public figure Teuku Wisnu mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap keberadaan anak-anak yatim di sekitar mereka. Menurutnya, perhatian dan dukungan yang diberikan hari ini dapat menjadi bekal penting bagi mereka untuk terus melangkah dan percaya pada kemampuan diri sendiri.

BesTeam, Ketika Kepedulian Tidak Berhenti pada Bantuan
Dompet Dhuafa dan Gramedia berkolaborasi melalui program Happy Family Coloring

Peluncuran BesTeam juga dirangkai dengan pengenalan kolaborasi antara Dompet Dhuafa dan Gramedia melalui program Happy Family Coloring bertajuk "Menyebarkan Harapan Melalui Alat Tulis Sekolah ke Seluruh Penjuru Negeri". Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat diajak berpartisipasi dalam mendukung kebutuhan belajar anak-anak yatim dan dhuafa sekaligus menanamkan nilai berbagi dalam lingkungan keluarga.

Menjelang akhir acara, seluruh perhatian tertuju pada prosesi simbolis penyalaan Lentera Harapan. Anak-anak yatim berdiri bersama para narasumber dan mitra yang hadir, menyalakan lentera sebagai simbol cita-cita, semangat, dan harapan yang terus dijaga.

BesTeam, Ketika Kepedulian Tidak Berhenti pada Bantuan
Prosesi simbolis penyalaan Lentera Harapan

Cahaya yang menyala sore itu mungkin hanya berlangsung beberapa menit. Namun maknanya jauh lebih panjang.

  • Bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.
  • Bahwa harapan perlu dijaga bersama.
  • Dan bahwa kepedulian tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang besar. Terkadang, kepedulian dimulai dari kesediaan untuk menemani, mendengarkan, dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.
Melalui BesTeam, Dompet Dhuafa mengajak masyarakat untuk mengambil peran dalam perjalanan tersebut. Menjadi sahabat yang hadir, memberikan dukungan, dan bersama-sama memastikan bahwa harapan anak-anak yatim terus menyala.

- mariberleha -

Sehari Bersama Para Driver Hebat: BerOJO(L) Day Ramadan 2026

Sehari Bersama Para Driver Hebat: BerOJO(L) Day Ramadan 2026
Bapak Herdiansah (tengah) dan Ibu Sulis Tiqomah (kiri) bersama pengurus Dompet Dhuafa dan driver ojol


Ramadan kali ini rasanya beda buatku, Minggu, 1 Maret 2026 aku datang ke Lotte Grosir Ciputat, Tangerang. Dari area parkir sudah terlihat deretan motor terparkir rapi, biasanya motor-motor itu hanya singgah sebentar untuk menunggu order berikutnya. Tapi pagi itu suasananya tidak seperti biasa, ada aura hangat dan ramai yang bikin penasaran. 

Mereka datang bukan untuk bekerja, tapi untuk servis motor gratis dalam program BerOJO(L) Day yang diinisiasi oleh Dompet Dhuafa. Sejak pagi, para driver ojek online sudah berdatangan dan melakukan registrasi. Ada yang datang sendiri, ada yang bareng teman sesama driver. Wajah-wajah yang biasanya terlihat fokus mengejar order, hari itu tampak lebih santai. 

Sehari Bersama Para Driver Hebat: BerOJO(L) Day Ramadan 2026
Registrasi


Tak lama setelah proses registrasi selesai dan area mulai tertata, rangkaian grand opening dimulai. Acara dibuka dengan pembacaan doa, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Di momen ini, Herdiansah, Wakil Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, menjelaskan bahwa target program Ramadan tahun ini adalah 1.447 motor ojek online yang tersebar di Jabodetabek. Beberapa lokasi layanan termasuk Promatic Bekasi, Promatic Tangerang, Promatic Jakarta Timur, serta 20 mitra bengkel di Depok dan Bogor. Pada awal acara ini, diharapkan bisa melayani 200 motor terlebih dahulu, dengan dukungan dari berbagai kolaborator, termasuk Paragoncorp.

Sehari Bersama Para Driver Hebat: BerOJO(L) Day Ramadan 2026
"Bapak Herdiansah (tengah) dan Ibu Sulis Tiqomah (kiri) bersama pengurus Dompet Dhuafa dan driver ojol

Sirene kemudian dinyalakan sebagai simbol dimulainya BerOJO(L) Day. Bunyi sederhana itu terasa bikin fokus dan rasanya seperti menandai "hari spesial" para driver resmi dimulai. Beberapa driver berbagi cerita tentang pengalaman mereka di jalan, mulai dari orderan makanan fiktif, diberangkatkan umroh gratis hingga bagaimana mereka berusaha memenuhi kebutuhan keluarga setiap hari. Cerita-cerita itu sederhana, tapi terasa nyata dan hangat.

Sehari Bersama Para Driver Hebat: BerOJO(L) Day Ramadan 2026
Cerita seru dan tantangan para driver ojol


Di area servis, beberapa mekanik profesional sigap merawat motor satu per satu. Proses servis mencakup pengecekan komponen utama seperti rem, mesin, oli, rantai, dan sistem kelistrikan, agar kendaraan siap digunakan kembali dengan aman. Mekanik bekerja sambil menata antrian motor supaya efektif dan tertib, sehingga setiap driver bisa mendapatkan layanan dengan lancar.

Sehari Bersama Para Driver Hebat: BerOJO(L) Day Ramadan 2026
Para mekanik memastikan motor driver ojol tetap prima selama BerOJOL Day

Sehari Bersama Para Driver Hebat: BerOJO(L) Day Ramadan 2026
Skrining

Selain servis motor, ada juga layanan cek kesehatan gratis dari Layanan Kesehatan Cuma-cuma Dompet Dhuafa. Para driver bisa memeriksa tekanan darah, gula darah, dan kondisi kesehatan ringan lainnya supaya tetap bugar saat bekerja. Semua layanan ini diberikan gratis sebagai bentuk dukungan nyata bagi mereka. Tidak hanya itu, para driver juga menerima paket beras yang merupakan bagian dari zakat fitrah. Pembagian berlangsung tertib dan rapi. Tidak ada suasana tergesa-gesa seperti biasanya saat mereka sedang mengejar order, hari itu terasa lebih tenang dan hangat.

Sehari Bersama Para Driver Hebat: BerOJO(L) Day Ramadan 2026
Tebar Zakat Fitrah 1447H

Selagi proses servis berjalan, Aldi Taher hadir menyapa dan ikut menyemangati para driver. Kehadirannya bikin suasana makin hangat, dan memberikan sedikit hiburan juga semangat tambahan. Beberapa driver tampak bergembira, ikut bernyanyi sambil joget bersama bahkan berswafoto. Energi positifnya langsung terasa di seluruh area, meski biasanya mereka sibuk dengan order harian.

Sehari Bersama Para Driver Hebat: BerOJO(L) Day Ramadan 2026
Aldi Taher menghibur, para driver ojol ikut bergoyang di BerOJOL Day

Sehari Bersama Para Driver Hebat: BerOJO(L) Day Ramadan 2026
Aldi Taher berswafoto bareng lady ojol

Program ini juga menekankan kriteria penerima manfaat. Pengemudi yang bisa mengikuti layanan ini harus tercatat resmi sebagai mitra ojek online dan memiliki pendapatan bersih kurang dari Rp3.000.000 per bulan. Selain memberi layanan motor dan kesehatan, program ini sekaligus menebar zakat fitrah dan mengenalkan ragam program pemberdayaan UMKM, seperti yang dilakukan oleh Zona Madina.

Sehari Bersama Para Driver Hebat: BerOJO(L) Day Ramadan 2026
UMKM Zona Madinah hadir memeriahkan BerOJOL Day

Yang paling berkesan buatku adalah melihat langsung bagaimana perhatian sederhana bisa berdampak nyata. Bagi para driver, servis motor, cek kesehatan dan menerima zakat fitrah mungkin terlihat biasa, tapi bagi mereka yang setiap hari menggantungkan penghasilan pada kendaraan itu, bantuan ini sangat berarti. BerOJO(L) Day bukan sekadar acara seremonial tapi ini tentang menghadirkan ruang jeda bagi para driver ojek online yang setiap hari bekerja keras, tentang memberi perhatian pada mereka yang sering kali hanya terlihat sebagai bagian dari lalu lintas kota.

Sehari Bersama Para Driver Hebat: BerOJO(L) Day Ramadan 2026
Driver ojol kompak di BerOJOL Day

Aku pulang dari sana dengan perasaan hangat dan berbeda. Ramadan kali ini terasa lebih nyata, lebih membumi, dan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Aku bisa merasakan bagaimana satu program sederhana bisa memberi dampak besar bagi mereka yang bekerja tanpa henti, dan rasanya menyenangkan bisa ikut menjadi saksi momen itu.

- Mariberleha -



Empowerment to the Next Level : Cerita Aku di Indonesia Humanitarian Summit 2026

Baru kemarin aku mengikuti Indonesia Humanitarian Summit 2026 di Nusantara TV Ballroom, Jakarta Timur. Begitu masuk, suasananya langsung terasa hangat dan penuh energi, bukan cuma karena banyak orang hadir, tapi karena aura positif dari semua yang datang. Mulai dari perwakilan pemerintah, akademisi, komunitas dan media hingga para pegiat filantropi. Semua berkumpul dengan satu tujuan yang sama, membuat perubahan nyata untuk masyarakat yang membutuhkan.

Tema "Empowerment to the Next Level" terasa hidup begitu aku melihat acara berjalan. Ini bukan sekadar slogan, energi itu tersirat dari pameran program Dompet Dhuafa, dari talkshow dengan para ahli, bahkan dari cara setiap sesi dan detail acara dirancang. Rasanya kamu bisa merasakan bagaimana setiap program dirancang bukan cuma untuk memberi bantuan, tapi untuk membuka peluang bagi dhuafa agar mandiri dan bermartabat.

Empowerment to the Next Level : Cerita Aku di Indonesia Humanitarian Summit 2026
Tarian Saman 

Acara dibuka dengan Tarian Saman dari Aceh, sebuah pertunjukan tradisional yang memukau dan langsung menghidupkan suasana. Aku duduk sambil menatap para penari bergerak anggun, warna-warni kostumnya, dan senyum mereka yang menular. Rasanya hangat dan penuh energi, pertunjukan itu bukan sekadar hiburan, tapi juga simbol semangat budaya dan kemanusiaan yang menjadi inti IHITS 2026. Momen ini langsung bikin aku merasakan betapa acara ini lebih dari sekadar summit, ini adalah perayaan kolaborasi, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.

Selama acara, aku melihat langsung bagaimana Dompet Dhuafa bekerja secara nyata. Tahun 2025 lalu, mereka berhasil menyalurkan lebih dari Rp422 miliar untuk berbagai program pemberdayaan, menjangkau lebih dari 2,8 juta penerima manfaat. Angka ini bikin aku tercengang, tapi yang lebih menyentuh adalah cerita di balik angka itu, setiap rupiah membawa perubahan nyata bagi kehidupan seseorang. Ada keluarga yang bisa kembali berdaya, anak-anak yang bisa sekolah, komunitas yang bisa bangkit dari keterbatasan. Data ini menunjukkan bahwa filantropi yang efektif benar-benar bisa mengubah kehidupan banyak orang.

Empowerment to the Next Level : Cerita Aku di Indonesia Humanitarian Summit 2026
Bapak Anis Matta (Wamenlu) 

Salah satu sesi yang paling membekas buatku adalah pemaparan dari Anis Matta. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa kerja filantropi memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar penyaluran bantuan. Filantropi menurutnya, adalah instrumen penting bukan hanya untuk perubahan sosial, tapi juga untuk kesehatan mental dan spiritual. Memberi, membantu, dan memberdayakan orang lain menjadi cara untuk membersihkan diri dari sifat kikir dan tamak. Dari sesi ini, aku tersadar bahwa filantropi bukan hanya tentang mereka yang dibantu, tapi juga tentang bagaimana proses memberi itu membentuk manusia yang lebih empatik dan beradab.

Dan yang paling menarik, sesi bersama Sandiaga Uno, entrepreneur dan pembicara inspiratif. Sandiaga berbicara dengan penuh energi tentang bagaimana pemberdayaan ekonomi melalui inovasi, startup, dan kolaborasi sektor swasta bisa berjalan seiring dengan filantropi. Ia menekankan bahwa filantropi modern bukan hanya soal memberi bantuan, tapi juga membuka peluang ekonomi agar masyarakat bisa berkembang mandiri dan produktif. Dari penjelasannya, aku langsung tersadar bahwa kolaborasi antara entrepreneur, lembaga filantropi, dan masyarakat adalah kunci perubahan nyata.

Empowerment to the Next Level : Cerita Aku di Indonesia Humanitarian Summit 2026
Bapak Waryono Abdul Ghafur
(Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf) 

Selain itu, Waryono Abdul Gofur dari Kementerian Agama juga memberikan insight yang membuka mata tentang bagaimana lembaga zakat bisa menjadi instrumen pemberdayaan strategis. Sesi dengan M. Attiatul Muqtadir, penerima manfaat Dompet Dhuafa juga menyentuh hati, mendengar langsung bagaimana hidupnya berubah membuat aku semakin dekat dengan dampak nyata yang dihasilkan.

Ada juga para panelist seperti Yudi Latif, intelektual dan pembimbing Dompet Dhuafa, yang membahas filantropi sebagai pilar kepercayaan publik. Sally Giovanny, pengusaha batik yang menekankan pemberdayaan UMKM berbasis budaya hingga Andhika Mahardika, founder startup yang berbagi pengalaman bagaimana teknologi bisa mendukung filantropi. Semua panelist menyampaikan pesan yang sama, perubahan sosial terjadi bila ada kolaborasi, inovasi, dan keberanian untuk bertindak.

Empowerment to the Next Level : Cerita Aku di Indonesia Humanitarian Summit 2026
Sally Giovanny, Yudi Latief, Sandiaga Uno
dan Andhika Mahardika

Aku juga sempat berkeliling pameran program pemberdayaan, dan itu benar-benar menunjukkan skala serta keberagaman inisiatif Dompet Dhuafa. Ada program UMKM lokal, proyek agroindustri komunal untuk meningkatkan nilai jual produk pertanian, hingga program pendidikan, kesehatan, dan literasi. Setiap booth memiliki perjalanan nyata, bagaimana masyarakat diberi alat, pengetahuan, dan peluang untuk bangkit dan mandiri. Aku bisa merasakan sendiri bahwa setiap program tidak hanya memberi bantuan, tapi memberi kesempatan untuk hidup lebih baik.

Peran lembaga zakat dan filantropi memang semakin menantang, apalagi di tengah berbagai masalah sosial dan ekonomi yang terus berkembang. Dompet Dhuafa tetap konsisten dalam memberdayakan masyarakat melalui program ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, dakwah, dan budaya yang terukur, berdampak, dan berkelanjutan. Kepercayaan publik pun terus dijaga, terlihat dari berbagai penghargaan yang mereka raih dan standar tata kelola yang diterapkan, menunjukkan bahwa filantropi bisa profesional, transparan dan berdampak nyata.

Sepanjang acara, aku melihat bagaimana setiap elemen tersusun rapi dan profesional, dari panggung talkshow, pameran program pemberdayaan, hingga penampilan seni budaya. Meski suasananya formal, energi positif summit tetap terasa, terutama dari cara para pembicara menekankan pemberdayaan, dampak nyata, dan peluang ekonomi. Rasanya aku benar-benar belajar, bahwa filantropi tidak hanya soal dana atau proyek, tapi tentang bagaimana memberdayakan manusia agar bisa mandiri.

Aku pulang dari IHITS 2026 dengan satu rasa, terinspirasi dan termotivasi. Melihat bagaimana Dompet Dhuafa mengubah kehidupan banyak orang membuat aku percaya, filantropi Indonesia tidak hanya soal memberi, tapi soal memberdayakan. Rasanya energi positif itu menular, bukan hanya untuk penerima manfaat, tapi juga untuk siapa saja yang hadir. Aku merasa ingin ikut bagian dari perubahan itu, sekecil apapun, karena setiap aksi punya dampak.

Acara ini mengingatkan aku bahwa pemberdayaan jauh lebih dari sekadar bantuan jangka pendek. Ketika orang diberi kesempatan untuk mandiri, mereka mampu menciptakan perubahan mereka sendiri. Dan itulah yang IHITS 2026 lakukan, membuka jalan, memberi alat, membangun kapasitas, sekaligus menyebarkan inspirasi. Rasanya bukan sekadar menghadiri sebuah summit, tapi menyaksikan gerakan perubahan nyata di Indonesia. Di tengah tantangan dunia yang semakin kompleks, IHITS 2026 menegaskan bahwa filantropi sejati bukan hanya tentang memberi, tetapi memungkinkan lebih banyak orang hidup lebih mandiri, lebih bermartabat, dan membawa dampak dari satu aksi ke ribuan kehidupan.

- mariberleha -

Klinik Utama Rawat Inap Talenta Center Hadir untuk Mendukung Kesehatan Jiwa dan Tumbuh Kembang Anak

Gedung Klinik Utama Rawat Inap Talenta Center  Perhatian terhadap kesehatan mental anak dan remaja terus meningkat dalam beberap...