Sehari Bersama Para Driver Hebat: BerOJO(L) Day Ramadan 2026

Sehari Bersama Para Driver Hebat: BerOJO(L) Day Ramadan 2026
Bapak Herdiansah (tengah) dan Ibu Sulis Tiqomah (kiri) bersama pengurus Dompet Dhuafa dan driver ojol


Ramadan kali ini rasanya beda buatku, Minggu, 1 Maret 2026 aku datang ke Lotte Grosir Ciputat, Tangerang. Dari area parkir sudah terlihat deretan motor terparkir rapi, biasanya motor-motor itu hanya singgah sebentar untuk menunggu order berikutnya. Tapi pagi itu suasananya tidak seperti biasa, ada aura hangat dan ramai yang bikin penasaran. 

Mereka datang bukan untuk bekerja, tapi untuk servis motor gratis dalam program BerOJO(L) Day yang diinisiasi oleh Dompet Dhuafa. Sejak pagi, para driver ojek online sudah berdatangan dan melakukan registrasi. Ada yang datang sendiri, ada yang bareng teman sesama driver. Wajah-wajah yang biasanya terlihat fokus mengejar order, hari itu tampak lebih santai. 

Sehari Bersama Para Driver Hebat: BerOJO(L) Day Ramadan 2026
Registrasi


Tak lama setelah proses registrasi selesai dan area mulai tertata, rangkaian grand opening dimulai. Acara dibuka dengan pembacaan doa, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Di momen ini, Herdiansah, Wakil Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, menjelaskan bahwa target program Ramadan tahun ini adalah 1.447 motor ojek online yang tersebar di Jabodetabek. Beberapa lokasi layanan termasuk Promatic Bekasi, Promatic Tangerang, Promatic Jakarta Timur, serta 20 mitra bengkel di Depok dan Bogor. Pada awal acara ini, diharapkan bisa melayani 200 motor terlebih dahulu, dengan dukungan dari berbagai kolaborator, termasuk Paragoncorp.

Sehari Bersama Para Driver Hebat: BerOJO(L) Day Ramadan 2026
"Bapak Herdiansah (tengah) dan Ibu Sulis Tiqomah (kiri) bersama pengurus Dompet Dhuafa dan driver ojol

Sirene kemudian dinyalakan sebagai simbol dimulainya BerOJO(L) Day. Bunyi sederhana itu terasa bikin fokus dan rasanya seperti menandai "hari spesial" para driver resmi dimulai. Beberapa driver berbagi cerita tentang pengalaman mereka di jalan, mulai dari orderan makanan fiktif, diberangkatkan umroh gratis hingga bagaimana mereka berusaha memenuhi kebutuhan keluarga setiap hari. Cerita-cerita itu sederhana, tapi terasa nyata dan hangat.

Sehari Bersama Para Driver Hebat: BerOJO(L) Day Ramadan 2026
Cerita seru dan tantangan para driver ojol


Di area servis, beberapa mekanik profesional sigap merawat motor satu per satu. Proses servis mencakup pengecekan komponen utama seperti rem, mesin, oli, rantai, dan sistem kelistrikan, agar kendaraan siap digunakan kembali dengan aman. Mekanik bekerja sambil menata antrian motor supaya efektif dan tertib, sehingga setiap driver bisa mendapatkan layanan dengan lancar.

Sehari Bersama Para Driver Hebat: BerOJO(L) Day Ramadan 2026
Para mekanik memastikan motor driver ojol tetap prima selama BerOJOL Day

Sehari Bersama Para Driver Hebat: BerOJO(L) Day Ramadan 2026
Skrining

Selain servis motor, ada juga layanan cek kesehatan gratis dari Layanan Kesehatan Cuma-cuma Dompet Dhuafa. Para driver bisa memeriksa tekanan darah, gula darah, dan kondisi kesehatan ringan lainnya supaya tetap bugar saat bekerja. Semua layanan ini diberikan gratis sebagai bentuk dukungan nyata bagi mereka. Tidak hanya itu, para driver juga menerima paket beras yang merupakan bagian dari zakat fitrah. Pembagian berlangsung tertib dan rapi. Tidak ada suasana tergesa-gesa seperti biasanya saat mereka sedang mengejar order, hari itu terasa lebih tenang dan hangat.

Sehari Bersama Para Driver Hebat: BerOJO(L) Day Ramadan 2026
Tebar Zakat Fitrah 1447H

Selagi proses servis berjalan, Aldi Taher hadir menyapa dan ikut menyemangati para driver. Kehadirannya bikin suasana makin hangat, dan memberikan sedikit hiburan juga semangat tambahan. Beberapa driver tampak bergembira, ikut bernyanyi sambil joget bersama bahkan berswafoto. Energi positifnya langsung terasa di seluruh area, meski biasanya mereka sibuk dengan order harian.

Sehari Bersama Para Driver Hebat: BerOJO(L) Day Ramadan 2026
Aldi Taher menghibur, para driver ojol ikut bergoyang di BerOJOL Day

Sehari Bersama Para Driver Hebat: BerOJO(L) Day Ramadan 2026
Aldi Taher berswafoto bareng lady ojol

Program ini juga menekankan kriteria penerima manfaat. Pengemudi yang bisa mengikuti layanan ini harus tercatat resmi sebagai mitra ojek online dan memiliki pendapatan bersih kurang dari Rp3.000.000 per bulan. Selain memberi layanan motor dan kesehatan, program ini sekaligus menebar zakat fitrah dan mengenalkan ragam program pemberdayaan UMKM, seperti yang dilakukan oleh Zona Madina.

Sehari Bersama Para Driver Hebat: BerOJO(L) Day Ramadan 2026
UMKM Zona Madinah hadir memeriahkan BerOJOL Day

Yang paling berkesan buatku adalah melihat langsung bagaimana perhatian sederhana bisa berdampak nyata. Bagi para driver, servis motor, cek kesehatan dan menerima zakat fitrah mungkin terlihat biasa, tapi bagi mereka yang setiap hari menggantungkan penghasilan pada kendaraan itu, bantuan ini sangat berarti. BerOJO(L) Day bukan sekadar acara seremonial tapi ini tentang menghadirkan ruang jeda bagi para driver ojek online yang setiap hari bekerja keras, tentang memberi perhatian pada mereka yang sering kali hanya terlihat sebagai bagian dari lalu lintas kota.

Sehari Bersama Para Driver Hebat: BerOJO(L) Day Ramadan 2026
Driver ojol kompak di BerOJOL Day

Aku pulang dari sana dengan perasaan hangat dan berbeda. Ramadan kali ini terasa lebih nyata, lebih membumi, dan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Aku bisa merasakan bagaimana satu program sederhana bisa memberi dampak besar bagi mereka yang bekerja tanpa henti, dan rasanya menyenangkan bisa ikut menjadi saksi momen itu.

- Mariberleha -



Empowerment to the Next Level : Cerita Aku di Indonesia Humanitarian Summit 2026

Baru kemarin aku mengikuti Indonesia Humanitarian Summit 2026 di Nusantara TV Ballroom, Jakarta Timur. Begitu masuk, suasananya langsung terasa hangat dan penuh energi, bukan cuma karena banyak orang hadir, tapi karena aura positif dari semua yang datang. Mulai dari perwakilan pemerintah, akademisi, komunitas dan media hingga para pegiat filantropi. Semua berkumpul dengan satu tujuan yang sama, membuat perubahan nyata untuk masyarakat yang membutuhkan.

Tema "Empowerment to the Next Level" terasa hidup begitu aku melihat acara berjalan. Ini bukan sekadar slogan, energi itu tersirat dari pameran program Dompet Dhuafa, dari talkshow dengan para ahli, bahkan dari cara setiap sesi dan detail acara dirancang. Rasanya kamu bisa merasakan bagaimana setiap program dirancang bukan cuma untuk memberi bantuan, tapi untuk membuka peluang bagi dhuafa agar mandiri dan bermartabat.

Empowerment to the Next Level : Cerita Aku di Indonesia Humanitarian Summit 2026
Tarian Saman 

Acara dibuka dengan Tarian Saman dari Aceh, sebuah pertunjukan tradisional yang memukau dan langsung menghidupkan suasana. Aku duduk sambil menatap para penari bergerak anggun, warna-warni kostumnya, dan senyum mereka yang menular. Rasanya hangat dan penuh energi, pertunjukan itu bukan sekadar hiburan, tapi juga simbol semangat budaya dan kemanusiaan yang menjadi inti IHITS 2026. Momen ini langsung bikin aku merasakan betapa acara ini lebih dari sekadar summit, ini adalah perayaan kolaborasi, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.

Selama acara, aku melihat langsung bagaimana Dompet Dhuafa bekerja secara nyata. Tahun 2025 lalu, mereka berhasil menyalurkan lebih dari Rp422 miliar untuk berbagai program pemberdayaan, menjangkau lebih dari 2,8 juta penerima manfaat. Angka ini bikin aku tercengang, tapi yang lebih menyentuh adalah cerita di balik angka itu, setiap rupiah membawa perubahan nyata bagi kehidupan seseorang. Ada keluarga yang bisa kembali berdaya, anak-anak yang bisa sekolah, komunitas yang bisa bangkit dari keterbatasan. Data ini menunjukkan bahwa filantropi yang efektif benar-benar bisa mengubah kehidupan banyak orang.

Empowerment to the Next Level : Cerita Aku di Indonesia Humanitarian Summit 2026
Bapak Anis Matta (Wamenlu) 

Salah satu sesi yang paling membekas buatku adalah pemaparan dari Anis Matta. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa kerja filantropi memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar penyaluran bantuan. Filantropi menurutnya, adalah instrumen penting bukan hanya untuk perubahan sosial, tapi juga untuk kesehatan mental dan spiritual. Memberi, membantu, dan memberdayakan orang lain menjadi cara untuk membersihkan diri dari sifat kikir dan tamak. Dari sesi ini, aku tersadar bahwa filantropi bukan hanya tentang mereka yang dibantu, tapi juga tentang bagaimana proses memberi itu membentuk manusia yang lebih empatik dan beradab.

Dan yang paling menarik, sesi bersama Sandiaga Uno, entrepreneur dan pembicara inspiratif. Sandiaga berbicara dengan penuh energi tentang bagaimana pemberdayaan ekonomi melalui inovasi, startup, dan kolaborasi sektor swasta bisa berjalan seiring dengan filantropi. Ia menekankan bahwa filantropi modern bukan hanya soal memberi bantuan, tapi juga membuka peluang ekonomi agar masyarakat bisa berkembang mandiri dan produktif. Dari penjelasannya, aku langsung tersadar bahwa kolaborasi antara entrepreneur, lembaga filantropi, dan masyarakat adalah kunci perubahan nyata.

Empowerment to the Next Level : Cerita Aku di Indonesia Humanitarian Summit 2026
Bapak Waryono Abdul Ghafur
(Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf) 

Selain itu, Waryono Abdul Gofur dari Kementerian Agama juga memberikan insight yang membuka mata tentang bagaimana lembaga zakat bisa menjadi instrumen pemberdayaan strategis. Sesi dengan M. Attiatul Muqtadir, penerima manfaat Dompet Dhuafa juga menyentuh hati, mendengar langsung bagaimana hidupnya berubah membuat aku semakin dekat dengan dampak nyata yang dihasilkan.

Ada juga para panelist seperti Yudi Latif, intelektual dan pembimbing Dompet Dhuafa, yang membahas filantropi sebagai pilar kepercayaan publik. Sally Giovanny, pengusaha batik yang menekankan pemberdayaan UMKM berbasis budaya hingga Andhika Mahardika, founder startup yang berbagi pengalaman bagaimana teknologi bisa mendukung filantropi. Semua panelist menyampaikan pesan yang sama, perubahan sosial terjadi bila ada kolaborasi, inovasi, dan keberanian untuk bertindak.

Empowerment to the Next Level : Cerita Aku di Indonesia Humanitarian Summit 2026
Sally Giovanny, Yudi Latief, Sandiaga Uno
dan Andhika Mahardika

Aku juga sempat berkeliling pameran program pemberdayaan, dan itu benar-benar menunjukkan skala serta keberagaman inisiatif Dompet Dhuafa. Ada program UMKM lokal, proyek agroindustri komunal untuk meningkatkan nilai jual produk pertanian, hingga program pendidikan, kesehatan, dan literasi. Setiap booth memiliki perjalanan nyata, bagaimana masyarakat diberi alat, pengetahuan, dan peluang untuk bangkit dan mandiri. Aku bisa merasakan sendiri bahwa setiap program tidak hanya memberi bantuan, tapi memberi kesempatan untuk hidup lebih baik.

Peran lembaga zakat dan filantropi memang semakin menantang, apalagi di tengah berbagai masalah sosial dan ekonomi yang terus berkembang. Dompet Dhuafa tetap konsisten dalam memberdayakan masyarakat melalui program ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, dakwah, dan budaya yang terukur, berdampak, dan berkelanjutan. Kepercayaan publik pun terus dijaga, terlihat dari berbagai penghargaan yang mereka raih dan standar tata kelola yang diterapkan, menunjukkan bahwa filantropi bisa profesional, transparan dan berdampak nyata.

Sepanjang acara, aku melihat bagaimana setiap elemen tersusun rapi dan profesional, dari panggung talkshow, pameran program pemberdayaan, hingga penampilan seni budaya. Meski suasananya formal, energi positif summit tetap terasa, terutama dari cara para pembicara menekankan pemberdayaan, dampak nyata, dan peluang ekonomi. Rasanya aku benar-benar belajar, bahwa filantropi tidak hanya soal dana atau proyek, tapi tentang bagaimana memberdayakan manusia agar bisa mandiri.

Aku pulang dari IHITS 2026 dengan satu rasa, terinspirasi dan termotivasi. Melihat bagaimana Dompet Dhuafa mengubah kehidupan banyak orang membuat aku percaya, filantropi Indonesia tidak hanya soal memberi, tapi soal memberdayakan. Rasanya energi positif itu menular, bukan hanya untuk penerima manfaat, tapi juga untuk siapa saja yang hadir. Aku merasa ingin ikut bagian dari perubahan itu, sekecil apapun, karena setiap aksi punya dampak.

Acara ini mengingatkan aku bahwa pemberdayaan jauh lebih dari sekadar bantuan jangka pendek. Ketika orang diberi kesempatan untuk mandiri, mereka mampu menciptakan perubahan mereka sendiri. Dan itulah yang IHITS 2026 lakukan, membuka jalan, memberi alat, membangun kapasitas, sekaligus menyebarkan inspirasi. Rasanya bukan sekadar menghadiri sebuah summit, tapi menyaksikan gerakan perubahan nyata di Indonesia. Di tengah tantangan dunia yang semakin kompleks, IHITS 2026 menegaskan bahwa filantropi sejati bukan hanya tentang memberi, tetapi memungkinkan lebih banyak orang hidup lebih mandiri, lebih bermartabat, dan membawa dampak dari satu aksi ke ribuan kehidupan.

- mariberleha -

Sehari Bersama Para Driver Hebat: BerOJO(L) Day Ramadan 2026

Bapak Herdiansah (tengah) dan Ibu Sulis Tiqomah (kiri) bersama pengurus Dompet Dhuafa dan driver ojol Ramadan kali ini rasanya b...